Press Release20 September 2026 - Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PC KMHDI) Malang menggelar Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) XIII dan Dies Natalis ke-33 pada Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Anusapati, Jalan Merdeka Timur Nomor 3, Klojen, Kota Malang, tersebut menjadi momentum penting bagi PC KMHDI Malang untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi selama satu periode kepengurusan sekaligus merumuskan arah gerak organisasi ke depan. Pelaksanaan Rakorcab juga menjadi ruang bagi kader untuk melakukan refleksi terhadap berbagai program yang telah dijalankan, dinamika yang dihadapi, serta kebutuhan organisasi yang perlu menjadi perhatian dalam periode berikutnya. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh umat, pemerintah, organisasi mahasiswa Hindu, serta jajaran KMHDI Jawa Timur. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bapenda Kabupaten Malang Dr. Made Arya Wedhantara, S.H., M.Si., Ketua PHDI Kabupaten Malang yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil III Nanang Robi Takat, Ketua WHDI Kabupaten Malang Suriati, S.Tr.Keb., perwakilan UKM Hindu se-Malang Raya, Ketua PD KMHDI Jawa Timur, serta perwakilan PC KMHDI Surabaya dan Jember. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya PC KMHDI Malang untuk terus membangun komunikasi dan hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak, sekaligus memperkuat jejaring organisasi di tingkat umat, kemahasiswaan, dan pemerintahan. Rakorcab XIII dilaksanakan sebagai bagian dari mekanisme organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan kepengurusan yang telah berjalan selama satu tahun. Ketua PC KMHDI Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan organisasi sejak pelaksanaan Sabha pada Juni 2025 tidak terlepas dari berbagai dinamika, baik yang berasal dari internal organisasi maupun perubahan kondisi eksternal. Perkembangan sosial, ekonomi, dan politik turut memberikan pengaruh terhadap kehidupan mahasiswa dan organisasi, sementara di internal organisasi terdapat dinamika terkait keaktifan kader, pelaksanaan program, serta berbagai persoalan yang perlu diselesaikan secara bersama. Menurutnya, berbagai dinamika tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran organisasi dan perlu ditempatkan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan organisasi pada masa yang akan datang. Di tengah berbagai dinamika tersebut, Ketua PC KMHDI Malang menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader yang telah mengambil bagian dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode kepengurusan. Ia menilai keberlangsungan berbagai program tidak terlepas dari kontribusi dan dedikasi kader yang tetap menjalankan tanggung jawabnya di tengah berbagai tantangan yang dihadapi organisasi. "Saya sangat-sangat bersyukur dikelilingi oleh orang-orang yang penuh dengan dedikasi dan sadar atau tidak sadar mereka sedang berusaha memajukan umat Hindu khususnya," ujarnya dalam sambutan pembukaan Rakorcab XIII dan Dies Natalis ke-33 PC KMHDI Malang. Selain menjadi ruang evaluasi, Rakorcab XIII juga diarahkan sebagai forum untuk memastikan bahwa program organisasi ke depan dapat disusun berdasarkan kebutuhan kader secara lebih luas. Ketua PC KMHDI Malang menekankan bahwa pembahasan dalam Rakorcab tidak semestinya hanya menghasilkan keputusan yang merepresentasikan kepentingan satu atau dua orang, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan kader secara kolektif. Dengan demikian, proses evaluasi tidak hanya melihat apakah sebuah program telah terlaksana atau belum, tetapi juga melihat sejauh mana program tersebut memberikan manfaat bagi kader dan mendukung tujuan organisasi. Pelaksanaan Rakorcab XIII yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-33 PC KMHDI Malang juga menjadi momentum refleksi terhadap perjalanan organisasi selama lebih dari tiga dekade. Memasuki usia ke-33 tahun, PC KMHDI Malang terus berupaya mempertahankan keberlanjutan organisasi sekaligus menyesuaikan gerak organisasi dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan lingkungan di sekitarnya. Dies Natalis tidak hanya ditempatkan sebagai agenda perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi seluruh keluarga besar PC KMHDI Malang untuk melihat kembali perjalanan organisasi, mengapresiasi kontribusi kader, serta memperkuat komitmen untuk melanjutkan proses kaderisasi dan pengabdian kepada umat. Dalam konteks pengembangan kader, Ketua PC KMHDI Malang turut menyoroti persoalan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan dunia kerja. Ia mengangkat pengalaman yang diperolehnya ketika mengikuti seminar mengenai karier beberapa hari sebelum pelaksanaan Rakorcab. Dalam seminar tersebut, ia mendapatkan pemaparan mengenai kondisi ketenagakerjaan dan adanya kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki oleh lulusan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja membuat mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi sejak masih berada di bangku perkuliahan. "Dalam situasi yang sedemikian rupa, sudah seharusnya kita mengambil langkah untuk memitigasinya sedini mungkin. Minimal untuk menyelamatkan diri sendiri terlebih dahulu," ungkapnya. Ia menilai persiapan menghadapi dunia kerja tidak cukup hanya dilakukan ketika mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan, tetapi perlu dibangun sejak awal melalui pengalaman, peningkatan keterampilan, perluasan jejaring, serta kedekatan dengan dunia industri. Kemampuan untuk melihat peluang dan mengembangkan peluang tersebut juga dinilai menjadi bagian yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa dalam menghadapi perubahan lingkungan kerja. Pandangan tersebut kemudian dikaitkan dengan sejumlah langkah yang telah dilakukan PC KMHDI Malang dalam mengembangkan kapasitas kader. Selama satu periode kepengurusan, organisasi berupaya membuka ruang pengembangan melalui kerja sama dengan berbagai pihak eksternal. Salah satunya melalui kerja sama dengan RSIA Puri Bunda dalam membuka akses magang bagi mahasiswa. PC KMHDI Malang juga menjalin kerja sama dengan Rumah BUMN yang diarahkan untuk mendukung pengembangan kemampuan public speaking dan kewirausahaan. Selain itu, organisasi membentuk Lembaga Kewirausahaan sebagai wadah bagi kader yang memiliki minat terhadap bidang usaha serta membangun komunitas informasi yang berfokus pada peluang magang dan beasiswa. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya PC KMHDI Malang untuk memperluas fungsi organisasi sebagai ruang pengembangan kapasitas kader. Organisasi tidak hanya menjadi tempat bagi mahasiswa Hindu untuk berkumpul dan menjalankan kegiatan internal, tetapi juga berupaya memberikan akses terhadap pengalaman, jejaring, dan informasi yang dapat mendukung perkembangan kader. "PC KMHDI Malang di sini hadir untuk selalu membantu memfasilitasi teman-teman untuk bertumbuh, minimal untuk berjejaring dan saling mengenal satu sama lain," kata Ketua PC KMHDI Malang. Melalui Rakorcab XIII, seluruh evaluasi dan pembahasan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses organisasi dalam menentukan langkah pada periode berikutnya. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan program, tetapi juga memperhatikan kebutuhan kader, kondisi organisasi, serta perkembangan lingkungan eksternal yang dihadapi mahasiswa. Dengan adanya ruang evaluasi dan koordinasi tersebut, PC KMHDI Malang berupaya memastikan bahwa setiap program yang dirancang memiliki dasar kebutuhan yang jelas dan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan organisasi. Rangkaian Rakorcab XIII dan Dies Natalis ke-33 pada akhirnya menjadi momentum konsolidasi bagi PC KMHDI Malang untuk memperkuat organisasi sekaligus menegaskan kembali arah pengembangan kader. Melalui evaluasi kepengurusan, penguatan jejaring, pengembangan kapasitas, serta pembahasan mengenai tantangan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja, PC KMHDI Malang berupaya menjaga agar organisasi tetap relevan dengan kebutuhan kader dan lingkungan sekitarnya. Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan PC KMHDI Malang dalam mempertahankan keberlanjutan organisasi dan memperkuat perannya sebagai wadah kaderisasi mahasiswa Hindu di Malang Raya.